Kenaikan Pajak Balik Nama Diklaim untuk Kurangi Macet Jakarta

Kenaikan Pajak Balik Nama Diklaim untuk Kurangi Macet Jakarta

Kenaikan Pajak Balik Nama Diklaim untuk Kurangi Macet Jakarta

Kenaikan Pajak Balik Nama Diklaim untuk Kurangi Macet Jakarta

Kenaikan Pajak Balik Nama Diklaim untuk Kurangi Macet Jakarta

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin

mengatakan alasan kenaikan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk wilayah DKI Jakarta sebesar 2,5 persen adalah untuk mengurangi kemacetan.

Faisal menuturkan kenaikan pajak tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kendaraan ada di ibu kota, yang bisa berimbas kemacetan berkurang.

“Salah satunya mengurangi kemacetan di DKI Jakarta,” kata Faisal di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/11).

Alasan lain kenaikan pajak adalah menyeragamkan pajak kendaraan bermotor di wilayah

Jawa dan Bali. Penyeragaman pajak disebut Faisal untuk mencegah kecemburuan antar pemilik kendaraan berkaitan dengan pajak kendaraan.

Lihat juga:Produsen Respons Kenaikan Biaya Balik Nama Kendaraan Jakarta

“Contohnya kita (di Jakarta) masih 10 persen, di Tangerang sudah 12,5 persen, orang-orang Tangerang beli mobilnya di Jakarta,” tuturnya.

 

Kenaikan pajak tersebut mulai berlaku pada 10 Desember mendatang atau 30 hari

setelah aturan tersebut diundangkan pada 11 November.

Pemprov DKI Jakarta telah resmi menaikkan pajak BBN-KB sebesar 2,5 persen. Sebelumnya pajak BBN-KB adalah 10 persen dari nilai kendaraan. Dengan kenaikan itu nilai pajak menjadi 12,5 persen.

Kenaikan pajak BBN-KB tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Pemprov DKI Nomor 6 Tahun 2019, merevisi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 Tentang BBN-KB yang diundangkan pada 11 November.

 

Baca Juga :