Mengatasi Anak yang Mudah Marah

Mengatasi Anak yang Mudah Marah

Ayah bunda, apakah anak Anda gampang marah? Saat seperti tersebut memang menjadi urusan yang menjengkelkan untuk kita dan dapat mengikis kesabaran anda sebagai orang tua. Namun, banyak sekali yang terjadi dengan niat mendinginkan sang buah hati malah kita dengan sengaja membiarkannya, memarahinya, menghukum, dan bahkan mengerjakan kekerasan jasmani dengan destinasi anak dapat mengendalikan amarahnya.

Kita mesti tahu bahwa api tidak dapat padam dengan api, pahamilah bahwa kemarahan yang dilaksanakan anak mempunyai penyebab, terkadang keterampilan anak tidak sekuat keinginannya sampai-sampai mereka gampang marah mulailah dengan mengetahui perasaan dan kelaziman anak. Ketahui kesenangan anak bakal sesuatu, di ketika kita berjuang mengenalkan sesuatu untuk anak, hindari memaksa kehendak terhadap mereka.

Kewajiban orang dewasa ialah menjaga dan menjadi pelindung untuk buah hati kita, cari tahu apa penyebab anak marah dan selesaikan dengan arif sehingga mereka dapat memahami dengan sendiri kesalahannya dan belajar dari teladan orang tuanya bagaimana teknik yang baik untuk menanggulangi emosi. Namun, andai kemarahan anak anda balas dengan kemarahan, suatu ketika anak akan memberikan contoh hal yang sama dan memandang itu ialah kebenaran.

Ayah bunda, terkadang anak kesal atau marah sebab hal yang sepele laksana kurangnya kasih sayang atau perhatian dari orangtuanya. Di ketika anak tumbuh dewasa dan kesibukannya semakin padat, kedekatan secara jasmani dengan orang tua bakal semakin berkurang, anak merasa tidak disayangi orang tuanya. Tidak salahnya untuk menyerahkan anak pelukan untuk mendinginkan perasaan mereka.

Di samping itu, anak marah ketika dilarang oleh orang tuanya. Sebenarnya ucapan-ucapan ‘JANGAN’, ‘TIDAK BOLEH’, ‘TIDAK’, dan sebagainya menciptakan anak merasa tidak diandalkan dan diberi batas ruang geraknya. Di ketika kita tidak mengizinkan sesuatu maka anda pun harus memberikan dalil yang logis untuk anak kenapa kita melarangnya mengerjakan sesuatu. Kita wajib menyatakan resiko yang bakal terjadi andai anak tetap memaksa kehendaknya. Jangan pernah tidak mengizinkan anak tanpa dalil yang logis dan bisa dimengerti anak.

Ketika di rumah, orang tua ialah guru untuk anak. Anak yang cepat marah dapat terlihat dari kelaziman dalam sehari-hari orangtuanya di rumah. Jika kita tidak jarang marah-marah dan tidak memiliki keterampilan untuk menyangga emosi maka anak-anak mereka bakal terpengaruh oleh kelaziman tersebut. Ayah bunda sebelum mengendalikan emosi anak berusahalah untuk menyangga emosi anda terlebih dahulu dan tidak boleh meluapkan kemarahan anda dihadapan anak secara langsung.

Lantas bagaimana andai anak marah di lokasi umum? Nah, anak memancing emosi anda dengan mengambek di lokasi umum. Kita tidak boleh gugup dan mesti tetap tetang dan harus dikenang jangan memarahi anak secara langsung atau memukulnya di depan tidak sedikit orang. Ajaklah anak ke lokasi yang lebih sepi hingga emosinya mereda barulah anda tanya dan bikin kesepakatan atas keinginan anak.

Anak marah seringkali sebagai format protes terhadap orang tua yang tidak dapat memenuhi keinginannya dan mengindikasikan dengan teknik mengambek, marah, memukul, atau merusak sesuatu. Ayah Bunda, Yuk bangunlah komunikasi yang baik dengan anak dan tidak boleh membuat jarak dengan mereka, anggap anak sebagai kawan kita. Apabila komunikasi dengan anak sudah dapat terjalin dengan baik maka anak dapat mengucapkan sesuatu tanpa mesti marah sebagai format protes.

Sumber : www.studybahasainggris.com