Gandeng Komunitas Hong untuk Penguatan Paud

Gandeng Komunitas Hong untuk Penguatan Paud

Gandeng Komunitas Hong untuk Penguatan Paud

Gandeng Komunitas Hong untuk Penguatan Paud

Gandeng Komunitas Hong untuk Penguatan Paud

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menggandeng komunitas Hong dalam penguatan PAUD

holistik integratif berdimensi sosial, budaya dan ekonomi dengan menggunakan kosep permainan tradisional.

Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Disdik Kota Bandung, Ahmad Asikin mengatakan, guru-guru harus mampu memahami falsafah terkait permainan tradisional untuk diterpakan kepada siswa.

“Jadi kita lakukan penguatan budayanya. Sekarang kita sasarannya ke guru-guru dalam rangka penguatan budaya di sekolah, nanti guru mengajarkan di sekolah kepada peserta didik,” kata Ahmad di Bandung, kemarin.

Dikatakan dia, meski pelatihan tersebut hanya diberikan sekali kepada guru.

Namun, sekolah diperbolehkan melakukan kerja sama secara langsung dengan komunitas Hong. Dipilihnya guru-guru dalam pelatihan juga lantaran jumlah peserta didik PAUD di Kota Bandung terbilang banyak.

“Kalau misalnya guru-guru mau bawa anaknya itu lebih bagus, silakan saja. Hanya sekarang kita kenalkan kepada guru-gurunya. Jadi guru harus bisa dulu dan setelah bisa nanti setiap Rabu dilakukan permainan-permainan itu,” kata dia.

Ahmaf mengungkapkan, dipilihnya permainan tradisional karena termasuk dalam penguatan dimensi budaya. Selain itu, beragam permainan tradisional juga dinilai memiliki dampak positif bagi tumbuh kembang peserta didik, khususnya PAUD. Diharapkan dia, setiap sekolah mampu menyelenggarakan permainan tradisional.

“Nilai positifnya dari semua aspek, baik kognitif, afektif, psikomotorik semua kena

. Dari gerakan, moralnya, etikanya dari semua permainan itu akan menyeluruh, jadi tidak hanya budaya saja,” kata dia.

Sementara itu, Pendiri Komunitas Hong, Zaini Alif mengatakan, permainan tradisional adalah aset bangsa yang harus selalu dilestarikan. Dia menyatakan, pengajaran permainan tradisional kepada peserta didik bukan untuk mengajak anak-anak mundur ke belakang karena banyak nilai-nilao positif yang mampu dipetik.

“Permainan tradisional ini mengajak anak-anak untuk bermain sekaligus menangkap nilai-nilai positif yang terkandung, kemudian menyiapkan mereka menghadapi masa depannya,” kata Zaini

Dalam kegiatan tersebut tidak hanya pemberian pelatihan permainan tradisional bagi guru-guru PAUD yang ikut terlibat. Adapun workshop dan seminar terkait nilai-nilai kebudayaan diberikan kepada seluruh instansi pendidikan.

“Mereka diajarkan untuk menggali potensi dan nilai-nilai permainan tradisional dihubungkan dengan nilai budayanya. Bagaimana cara mengajarkannya dan lain-lain,” kata dia.

 

Baca Juga :