Pengangguran Bakal Digaji, Pengamat Itu Bukan Solusi Bagi Lulusan SMK

Pengangguran Bakal Digaji, Pengamat: Itu Bukan Solusi Bagi Lulusan SMK

Pengangguran Bakal Digaji, Pengamat: Itu Bukan Solusi Bagi Lulusan SMK

Pengangguran Bakal Digaji, Pengamat Itu Bukan Solusi Bagi Lulusan SMK

Pengangguran Bakal Digaji, Pengamat Itu Bukan Solusi Bagi Lulusan SMK

Isu Gaji pengangguran menimbulkan banyak kontroversi. Calon Presiden

dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-Mar’uf Amin berencana membuat kartu untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.

Dengan kartu ini lulusan SMK berhak mendapatkan gaji dari pemerintah dan pelatihan kerja untuk meningkatkan skill. Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, program upah pengangguran khususnya lulusan SMK tidak efektif. Karena, permasalahan utama saat ini ada di serapan tenaga kerja yang belum ideal.

“Lapangan kerja industri, pertanian dan pertambangan belum cukup

menciptakan lowongan kerja masif,” ujarnya kepada Jawapos.com (Radar Bogor Group), Kamis (7/3).

Menurutnya, ada permasalahan kemampuan yang tidak sesuai antara kebutuhan industri dan lulusan SMK. Maka solusinya adalah merubah kurikulum dan kerja sama dengan industri.

Sehingga, yang mengeluarkan upah selama magang adalah pengusaha

. Tidak membebani Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN).

Jika dibandingkan dengan negara maju misalnya Finlandia, kata Bhima, memang ada tunjangan pengangguran, namun fiskal mereka cukup kuat. Rata rata negara yang punya tunjangan pengangguran rasio pajaknya tinggi diatas 25 persen.

“Jika dipaksakan di Indonesia dengan rasio pajak cuma 11,5 persen imbasnya defisit anggaran melebar. Ujungnya dibiayai dari utang baru. Ini kan tidak bagus bagi APBN kita,” tandasnya.(JPC)

 

Baca Juga :