Hadapi UN SMA Siwalima Siapkan Treatment Bagi Siswa

Hadapi UN SMA Siwalima Siapkan Treatment Bagi Siswa

Hadapi UN SMA Siwalima Siapkan Treatment Bagi Siswa

Hadapi UN SMA Siwalima Siapkan Treatment Bagi Siswa

Hadapi UN SMA Siwalima Siapkan Treatment Bagi Siswa

Menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional

(USBN) serta berbasis Komputer dan adanya kriteria ketuntasan, maka SMA Negeri Siwalima Ambon telah mempersiapkan Treatment bagi peserta didik untuk mencapai hasil yang maksiman.

Pihak sekolah telah melakukan pendataan terhadap siswa yang akan menghadapi UN, USBN dan Ujian Sekolah pada bulan Agustus 2017 sebanyak 73 orang siswa.

Dari 73 siswa itu ada dua siswa kini berada di Amerika Serikat mengikuti program AFS YES,”kata Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, Dra. Paula Tahapary, M.Si di Ambon, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, jumlah peserta untuk pilihan mata pelajaran IPA terbagi-bagi yaitu untuk mata pelajaran Fisika sebanyak 9 orang, Kimia 20 orang dan Biologi sebanyak 4 orang.

Untuk menyiapkan kompetensi peserta didik dalam menghadapi Ujian Nasional

, maka pihak sekolah melaksanakan pemantapan belajar setiap hari Senin sampai Sabtu sore dari jam 16.30 sampai 18.00 WIT, dengan menyajikan materi kelas X, XI dan kelas XII berdasarkan SKL UN 2018.

“Belajar sore atau pemantapan menurutnya, lebih diutamakan pada ketrampilan menganalisis dan menyelesaikan soal-soal pada materi yang esensial dalam ujian nasional, dan berfokus pada 6 mata pelajaran ujian antara lain; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi,”jelasnya.

Selain pemantapan, pihak sekolah juga melakukan simulasi UN yang mana untuk simulasi tingkat sekolah dilaksanakan sebanyak empat kali, simulasi nasional dilaksanakan dua kali dan simulasi Esa Unggul dilaksanakan satu kali.

Hasil simulasi pertama diperoleh, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia

nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 40, sedangkan untuk Bahasa Inggris nilai tertinggi 84 terendah 29, untuk Biologi nilai tertinggi 73 terendah 24, Matematikan nilai tertinggi 57 terendah 10, Fisika nilai tertinggi 49 terendah 19 dan untuk Kimia nilai tertinggi 56 dan terendah 19.

Sedangkan hasil simulasi kedua diperoleh, untuk Bahasa Indonesia nilai tertinggi 62 terendah 35, Bahasa Inggris tertinggi 78 terendah 26, Biologi tertinggi 73,75 terendah 22,5, Matematika tertinggi 50 terendah 2,5, Fisika tertinggi 75 terendah 12 dan untuk Kimia nilai tertinggi 68,75 terendah 17,5.

Dikatakan, pihak sekolah juga telah melakukan program konsultasi dan pendampingan bagi Guru Bimbingan Konseling (BK), yang bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.

“Kami juga melaksanakan peningkatan ahlak peserta didik dalam bentuk ibadah sore yang sudah dimulai dari tanggal 1 Pebruari 2018. Kegiatan ini dilakukan secara terpisah sesuai dengan agama masing-masing siswa,”katanya.(TM05)

 

Baca Juga :