Kesaksian Nadhr bin Harits

Kesaksian Nadhr bin Harits

Para petinggi Quraisy semakin geram memandang segala usaha yang mereka lancarkan untuk memicu Muhammad bungkam berasal dari dakwahnya tidak dulu berhasil. Hal inilah yang mengakibatkan Abu Jahal mengusulkan untuk membunuh Muhammad supaya mereka terbebas berasal dari gangguannya. Menurutnya tanpa Kedatangan Muhammad, Islam amat enteng dibasmi hingga ke akar-akarnya.

Di luar dugaan, ternyata sebagian yang lain menentang pendapat ini. Hal ini disebabkan Muhammad tetap mendapat pertolongan berasal dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Mereka adalah kabilah yang amat berpengaruh di kota Mekah.

Membunuh Muhammad berarti menyulut api peperangan antara kabilah-kabilah Quraisy. Yang mereka takutkan ulang bahwa mereka tidak akan bisa menghadapinya. Akhirnya, simpulan terakhir adalah lebih baik bersabar sambil tetap membujuk Muhammad daripada berjalan pertumpahan darah.

Nadhr bin Harits adalah pendukung grup ini. Ia mengingatkan kaumnya bahwa Muhammad dulu jadi orang yang paling mereka puji. Ia berkata, “Wahai kaum Quraisy, kalian berhadapan dengan masalah yang sulit untuk dicarikan jalan keluarnya. Muhammad dulu jadi pemuda yang paling kalian sukai gara-gara kejujuran dan integritasnya.

Kemudian ia singgah mempunyai agamanya dan kalian katakan ia tukang sihir. Tidak! Demi Allah, ia bukan tukang sihir. Kita mengerti bagaimana tingkah laku tukang sihir. Lalu, kalian katakan ia peramal. Tidak! Demi Allah, ia bukan peramal. Kita mengerti bagaimana para peramal mengalami kerasukan dan membaca mantra.

Kalian juga katakan ia penyair. Tidak! Demi Allah, ia bukan penyair. Kita mengerti semua model syair. Apa yang dikatakannya bukanlah syair indah, tetapi lebih berasal dari itu. Lalu, kalian katakan ia gila. Tidak! Ia tidak gila! Kita mengerti tanda-tanda orang gila dan ia serupa sekali tidak memiliki tanda-tanda itu. Jadi, pertimbangkanlah masak-masak masalah ini. Demi Allah, ini bukan masalah yang bisa dianggap remeh!”

Segala usaha mereka melakukan untuk menghentikan dakwah Muhammad. Akhirnya, dibuatlah berita bohong tentang Muhammad dan mereka sebar ke semua penjuru JazirahArab dan tak lupa juga ke Habsyah. Berita bohong yang mereka sebarkan adalah Muhammad pembohong, orang gila, dan tukang sihir.

Meskipun demikian, Allah memiliki rancangan lain atas tersiarnya berita bohong tersebut. Orang-orang yang berdatangan terhadap musim haji ramai-ramai mengupas Muhammad.

Tentu saja perihal ini mengakibatkan rasa penasaran mereka untuk mengenal lebih jauh tentang Muhammad. Akhirnya, banyak berasal dari mereka yang memeluk Islam sehabis mendengar secara langsung dakwah yang Rasulullah saw sampaikan.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :