CARA EFEKTIF MENASIHATI ANAK REMAJA

7 CARA EFEKTIF MENASIHATI ANAK REMAJA AGAR DIA TIDAK MERASA DISUDUTKAN

Berdasarkan keterangan dari studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Child Development, 40 persen anak akan merasakan masalah perilaku, laksana emosi yang tidak terkontrol, murung, dan agresif, pada masa mula remaja (mulai umur 12 tahun). Karena itu, orang tua memerlukan kesabaran tambahan dalam menasihati anak remaja mereka. Nah, inilah ini ialah tujuh teknik efektif dalam menasihati anak remaja, sampai-sampai mereka tidak merasa disudutkan lagipula dihakimi.

Cari Tahu Dahulu Penyebabnya
Ketika mengejar suatu masalah, tidak boleh langsung memarahi anak. Coba cari tahu dahulu apa penyebab dari sikapnya. Kemudian ajak dia bertukar pikiran dari hati ke hati. Apabila opsi anak ternyata bukan sesuatu yang negatif, berilah dia dukungan. Buat dia merasa yakin bahwa orang tua selalu mengerjakan yang terbaik untuknya.

Jangan Bertele-tele!
Ketika menasihati anak remaja, hindari percakapan yang bertele-tele. Katakan apa yang kita pikirkan secara singkat dan padat. Obrolan yang terlampau panjang dan berputar-putar di topik yang sama akan menciptakan anak jenuh. Akibatnya, usaha Anda guna menasihatinya tidak membuahkan hasil yang baik. Apa yang kita katakan melulu masuk telinga kanan dan kemudian terbit di telinga kiri.

Bisa Menjadi Pendengar yang Baik
Gejolak hormonal menciptakan anak remaja susah mengontrol emosi mereka. Karena itu, orang tua butuh benar-benar sabar saat menghadapi evolusi mood anak remaja. Sebelum menasihati anak remaja, jajaki posisikan dahulu diri kita sebagai pendengar yang baik baginya. Tidak butuh memberi komentar apapun saat anak berkeluh-kesah mengenai masalahnya. Biarkan dia benar-benar berlalu menumpahkan seluruh kegelisahannya di hadapan Anda. Setelah itu, barulah Anda dapat memberinya masukan positif yang dapat lebih memotivasinya.

Bedakan Antara Tegas dan Keras
Tegas dan keras ialah dua sikap yang berbeda. Bersikap keras tidak bakal memberi kita jalan untuk mengetahui kehendak anak. Sebaliknya, sikap keras melulu akan memperbesar jarak salah satu Anda dan dia. Sementara itu, sikap tegas dapat membuat anak segan, tanpa meminimalisir kehangatan yang dia rasakan ketika bareng orang tua.

Sikap tegas dapat Anda tunjukkan dengan memberinya sokongan dan perhatian pada hal-hal positif yang dilakukannya. Namun, andai anak berperilaku negatif dan melanggar keyakinan Anda, pastikan bahwa dia tahu apa konsekuensi atas sikapnya.

Jadilah Orang yang Bisa Dia Andalkan
Melewati masa remaja bukan urusan yang mudah. Pengalaman tidak menyenangkan, laksana perundungan, masalah penampilan, nilai akademik yang tidak cukup bagus, kerap menciptakan remaja memblokir diri dari orang tua mereka. Oleh sebab itu, jadilah orang yang dapat dia andalkan. Anak remaja ingin mendengarkan orang yang dia percaya atau yang dapat memberinya rasa nyaman. Maka, bila hendak dia smendengarkan nasihat Anda, jadilah orang yang tidak jarang kali ada dan siap membantunya.

Mengenal Hobi yang Dia Sukai
Untuk lebih dapat memahami anak, orang tua butuh mengenal dunia yang digemari buah hati mereka. Seperti misalnya, dia menyukai kegemaran otomotif, jajaki sekali masa-masa ajak dia ke pameran mobil atau motor yang dilangsungkan di kota Anda. Tunjukkan bahwa Anda pun memperhatikan apa yang digemarinya dan pastinya memberi sokongan selama tersebut hal yang positif.

Hindari Bersikap Agresif
Ketika menasihati anak remaja, sebisa barangkali hindari bersikap agresif. Selain bisa ditiru oleh anak, sikap tersebut tidak akan menciptakan Anda didengar olehnya. Sebaliknya, sikap itu melulu akan menciptakan anak semakin menjauh dari Anda. Setiap kali menyuruh anak guna bicara, tunjukkan sikap yang tenang dan sabar. Namun, bilamana saat tersebut emosi Anda susah dikendalikan, tunda dahulu percakapan tersebut. Lanjutkan kembali saat Anda telah benar-benar merasa tenang.

Semoga tips di atas dapat memberi Anda cerminan tentang teknik yang efektif dalam menasihati anak remaja. Sumber : www.pelajaran.co.id/