Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jasa

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jasa

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jasa

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jasa

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jasa

Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga jasa

diantaranya adalah elastisitas permintaan, membantu para manajer jasa memahami

hubungan antara harga dan permintaan dan variasi permintaan pada berbagai tingkat

penetapan harga. Faktor kedua yaitu struktur biaya, membantu para manajer jasa

memahami biaya penyedian jasa dan variasi biaya ini sepanjang waktu dan berdasarkan

tingkat permintaan. Kemudian faktor yang ketiga ialah persaingan, pemahaman mengenai

biaya pesaing bisa membantu manajer jasa melakukan penilaian atas kapasitas pesaing

untuk mengubah struktur penetapan harga. Keempat, positioning dari jasa yang

ditawarkan. Kelima, sasaran yang ingin dicapai perusahaan. Faktor keenam, siklus hidup

jasa, mencakup tingkat profitabilitas yang diinginkan untuk memastikan kelangsungan

hidup. Ketujuh, sumber daya yang digunakan dan faktor terakhir adalah kondisi ekonomi.

Pengertian Citra

Citra adalah pancaran atau reproduksi jati diri atau bentuk orang perorangan,

benda atau organisasi (Steinmetz dalam Siswanto Sutojo, 2004). Bagi perusahaan citra

juga dapat diartikan sebagai persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi

seseorang terhadap perusahaan didasari atas apa yang mereka ketahui atau mereka kira

tentang perusahaan yang bersangkutan.

Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi banyak orang dalam

mengambil berbagai macam keputusan penting. Contoh keputusan tersebut adalah

membeli barabg atau jasa yang dihasilkan perusahaan (konsumen), berlangganan

(pelanggan) dan merekomendasikan produk perusahaan kepada orang lain.

Proses Terbentuknya Citra Perusahaan

Citra perusahaan yang baik merupakan keunggulan bersaing yang mempengaruhi

kepuasan konsumen. Oleh karena itu secara berkala perusahaan harus mensurvey

konsumen untuk mengetahui citra yang tertanam dipikiran masing-masing konsumen.

Menurut Hawkin dkk. (2000), proses terbentuk citra perusahaan berlangsung pada

beberapa tahapan. Pertama, objek mengetahui (melihat atau mendengar) upaya yang

dilakukan perusahaan dalam membentuk citra perusahaan. Kedua, memperlihatkan upaya

tersebut. Ketiga, setelah adanya perhatian objek mencoba memahami semua yang ada

pada upaya perusahaan. Keempat, terbentuknya citra perusahaan pada objek yang

kemudian tahap kelima citra perusahaan yang terbentuk akan menentukan perilaku objek

sasaran, dengan kata lain konsumen, dalam hubungannya dengan perusahaan.

Pengertian Kepuasan Konsumen

Kepuasan menurut Kotler dan Keller (2006) adalah perasaan senang atau kecewa

seseorang yang muncul setelah perbandingan antara persepsi atau kesannya terhadap

kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya.

Kepuasan konsumen merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka

keberhasilan suatu bisnis. Banyak perusahaan yang menyatakan bahwa tujuan utama

perusahaan adalah untuk memuaskan konumen. Banyak ragam pengungkapannya, karena

kepuasan itu adalah sesuatu yang abstrak dan sulit diukur. Setiap orang mempunyai

penilaian tersendiri tentang kepuasan yang diinginkan, maka keberhasilan suatu

perusahaan sangat ditentukan oleh kepuasan yang dapat diberikan kepada konsumen.

Menurut Kottler (2002), perusahaan yang mampu mengatasi keluhan para

konsumen secara efektif adalah perusahaan yang mengembangkan program pelatihan dan

kriteria penerimaan karyawan dengan memperhitungkan peran perbaikan pelayanan

karyawan, mengembangkan pedoman perbaikan pelayanan yang berfokus pada

pencapaian perlakuan yang memadai dan kepuasan pelanggan, membongkar semua

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/