Seleksi Calon Rektor UNJ Libatkan KPK

Seleksi Calon Rektor UNJ Libatkan KPK

Seleksi Calon Rektor UNJ Libatkan KPK

Seleksi Calon Rektor UNJ Libatkan KPK

Seleksi Calon Rektor UNJ Libatkan KPK

Pemilihan rektor Universitas Negeri Jakarta (Pilrek UNJ) berdasarkan rapat pleno senat UNJ

telah menetapkan delapan calon rektor (carek) yakni Komarudin, Endry Boeriswati, Paulina Pannen, Muh Nur Sadik, Agus Setyo Budi, Sofiah Hartati, Ivan Hanafi, dan Awaluddin Tjalla untuk menjadi rektor UNJ periode 2019-2023.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNJ 2019-2013, Bedjo Sujanto mengatakan, tahapan dan proses pemilihan carek UNJ haruslah berlangsung secara transparan, demokratis, terbebas dari politik transaksional dalam bentuk apapun.

Oleh karena itu Senat UNJ bersama seluruh warga kampus akan berupaya semaksimalnya untuk memenuhi

harapan publik dan semua pihak terkait untuk mendapatkan carek terbaik. Salah satu upaya untuk mewujudkan ikhtiar tersebut adalah dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk ikut mengawal, mengawasi proses pemilihan rektor UNJ.

“Melibatkan KPK karena pimpinan KPK berharap UNJ menjadi contoh dalam melaksanakan pemilihan rektor bagi perguruan tinggi lainnya di Tanah Air,” kata Bedjo pada Tahapan Paparan Visi dan Misi Calon Rektor di Kampus UNJ, Jakarta, Kamis(15/8).

Bedjo menegaskan, calon yang terpilih menjadi rektor akan mengemban tugas untuk membawa UNJ menjadi kampus terbaik di Asia. Visi dan misi mereka harus senada dengan tujuan besar Senat UNJ tersebut.

Pendapat senada juga disampaikan Ketua Senat UNJ Hafid Abbas. Dia menyebutkan,

rektor baru harus mampu meningkatkan suasana kampus UNJ yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Selain itu juga mampu memenuhi fasiltas pembelajaran dan penelitian, tercipta suasana lingkungan kampus yang hijau, nyaman, bersih, dan zero conflict.

Hafid menyebutkan, para calon wajib memperhatikan arah prioritas pembangunan UNJ. Senat berharap rektor yang terpilih nanti mewakili enam nilai yang disepakati senat untuk menuju UNJ 2030. Di antaranya, untuk carek harus memiliki kemampuan menyusun strategi peningkatkan reputasi akademik dengan indikator peningkatan jumlah program studi terakreditasi sangat baik di tingkat nasional dan di tingkat ASEAN.

 

Kandidat rektor UNJ, Awaludin Tjalla yang saat ini menjabat Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memaparkan, lima misi akan dijalankan dalam membangun UNJ yakni membangun kepemimpinan yang kolaboratif, mengembangkan mutu SDM, membenahi kurikulum dan pembelajaran, kolaborasi riset, dan membangun sarana prasarana(sarpras).

“Kepemimpinan yang kolaboratif untuk menggerakan UNJ pada pencapaian nilai karakter dan kompetisi di Asia nanti,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan SDM agar lulusan UNJ memiliki kemampuan di kawasan Asia harus ditingkatkan. Apalagi peningkatan SDM ini sesuai dengan misi pemerintah. “Mengapa, daya saing sangat penting sekali? Karena kita berada di ibu kota. Kemudian perspektif ke depan hubungannya dengan SDM,” jelas Tjalla.

Kandidat lainnya Ivan Hanafi menjelaskan, UNJ harus dikelola secara sistemik, adaptif, dan inovatif untuk memenuhi penjaminan mutu pendidikan tinggi. Menurut dia, untuk bersaing di Asia, UNJ perlu membangun sistem penjaminan mutu internal terlebih dahulu.

“Contoh konkret dengan membuat satu data base yang terintegrasi dengan data base nasional. Saat ini UNJ belum punya itu. Data base-nya berbeda-beda. Pembenahan ini perlu diawali dengan persepsi yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Komarudin menawarkan gagasan nyaris serupa. Ia mengusung konsep e-fine untuk membawa UNJ ke tingkat dunia. Yakni membangun kultur akademik yang kompetitif, infrastruktur, tata kelola, membangun SDM, dan kewirausahaan.

 

Baca Juga :