Atasi Tawuran Pelajar, Begini Langkah Polisi Dan Pemkot

Atasi Tawuran Pelajar, Begini Langkah Polisi Dan Pemkot

Atasi Tawuran Pelajar, Begini Langkah Polisi Dan Pemkot

Atasi Tawuran Pelajar, Begini Langkah Polisi Dan Pemkot

Atasi Tawuran Pelajar, Begini Langkah Polisi Dan Pemkot

Tawuran pelajar dari SMKN 1 Kota Cirebon dan SMK Pelayaran pada Kamis (6/12) kemarin mencoreng dunia pendidikan

. Pasalnya, jumlah pelajar yang melakukan tawuran diperkirakan hampir lebih dari ratusan orang. Dari peristiwa itu ada beberapa orang yang menjadi korban luka-luka.

Menyikapi hal itu, Kepala Kepolisian Resort Cirebon Kota (Kapolres Ciko) AKBP Roland Ronaldy mengatakan, aksi tawuran kedua pelajar itu dilatarbelakangi oleh kenakalan remaja.

“Ini menjadi attensi kita dan juga Penjabat Walikota. Pada hari ini Penjabat Walikota Cirebon juga sudah berkunjung langsung ke sekolah bersangkutan dan memberikan arahan kepada guru maupun muridnya,” kata Kapolres Ciko AKBP Roland Ronaldy saat ditemui di depan Balaikota Cirebon, Jum’at (7/12).

Namun, lanjut Ia, penanganan kenakalan remaja yang kerap membuat resah warga itu tidak

bisa dilakukan oleh hanya 1 atau 2 pihak. Akan tetapi, perlu keterlibatan aktif pihak sekolah untuk bersama-sama melakukan pembinaan.

“Intinya kita tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus menggandeng dari pihak sekolahnya juga. Jadi pihak sekolah itu, diharapkan juga bisa berpartisipasi aktif. Dari Kepala Sekolahnya maupun dari Guru-Gurunya, memberikan bimbingan-bimbingan kepada pelajarnya. Dalam hal ini mungkin bisa dilaksanakan semacam pembinaan, dilakukan rajia dan sebagainya sebagai tindakan preventif,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj. Walikota Cirebon Dedi Taufik menyatakan, dirinya sudah bertemu langsung

dengan pihak sekolah dan memberikan arahan kepada para siswa.

“Saya langsung Apel pagi ini dengan siswa SMK dan intinya kita bangun harmonisasi di kesiswaan ini,” ujar Dedi Taufik didampingi Kapolres Ciko.

Langkah tersebut sebagai langkah awal yang sifatnya sementara. Sebab, untuk jangka menengah dan panjang, penanganan kenakalan remaja harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan semua pihak, baik Pemkot melalui Disdik, Kepolisian, pihak sekolah, bahkan orang tua di rumah juga perlu berpartisipasi aktif dalam melakukan pembinaan terhadap anak.

“Pertama, agar Kepala Dinas Pendidikan yang ada di Kota, Satpol PP dan sebagainya, nanti saya gilir untuk melakukan apel di setiap Senin atau Selasa di sekolah-sekolah. Itu untuk memberikan spirit mereka jangan sampai terjadi itu lagi,” paparnya.

Meskipun kewenangan SMK berada di Provinsi, tapi persoalan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama. Bagaimanapun para siswa itu adalah warga Cirebon.

“Kalau kita bekerja atas kewenangan akan sulit, karena ini kan masyarakatnya, masyarakat Kota Cirebon. Bukan pendekatan kewenangan. Tapi kita akan duduk bersama mulai dari instansi yang ada di daerah, aparat, pemkot, dewan sekolah, guru-guru, OSIS, kita buat roadmap bersama-sama,” pungkasnya.

Roadmap itu tujuannya untuk melihat dan membaca apa sesungguhnya yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Lalu, dengan Roadmap akan dengan mudah memetakan kebutuhan masing-masing pelajar.

“Apa sih yang diinginkan oleh mereka. Aktivitas apa yang diinginkan. Karena, mereka harus ada kesibukan. Kita punya target. Saya dalam waktu dekat akan bikinkan Roadmapnya. Nanti dibagi peran kewenangan,” sebut Dedi.

Yang utama, menurut Dedi, peristiwa itu perlu diantisipasi supaya tidak terulang. Karena, dampak dari tawuran, merugikan semua pihak. Tidak hanya pelajar, tetapi juga keluarga.

“Mereka sudah berjanji sama saya. Silahkan nanti, saya akan lihat, evaluasi. Yang paling penting, mereka harus betul-betul tidak terkontaminasi dengan pihak-pihak luar,” tegasnya.

Apalagi, jumlah siswa SMK di Kota Cirebon ini mencapai 2.450 orang. Pak Kapolres, kata Dedi, sudah bersama-sama dengan Pemkot Cirebon untuk mengevaluasi ke depan.

“Saya pikir harus dibekali dengan keimanan, ketakwaan dan keilmuan. Nah itu yang harus dilakukan. Sehingga pembentukan karakter dan kemudian juga budi pekerti ini juga harus diterapkan lagi ke siswa-siswa,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/c0jbsCdefue2OHhUvmiEl