Pakai Lilin Pak

Pakai Lilin Pak

Pakai Lilin Pak

Pakai Lilin Pak

Pakai Lilin Pak

 

Suatu hari, Ipuy dan suaminya tengah berbincang.

“Kang, Ipuy sudah telat satu bulan nih, kayaknya kita bakal punya bayi deh. Tapi akang jangan bilang-bilang sama or

ang lain dulu ya, takut kalau gak jadi nanti malu-maluin aja.”

Keesokan harinya, ada petugas dari PLN mengetuk pintu rumah mereka. Begitu pintu dibuka, prtigas itu langsung ngomong kepada Ipuy, “Maaf bu, sampai hari ini ibu sudah telat satu bulan.”

Dengan sangat kaget, si Ipuy bertanya. “Dari mana Bapak tahu saya sudah telat satu bulan?”

 

“Lho, kan kami punya catatannya di PLN bu,” jawab petugas itu.

“Apa…, masa sampe dicatat PLN segala ?” tanya Ipuy dengan nada tidak percaya.

Besoknya Suami Ipuy yang mendegar kejadian itu pergi mendatangi kantor PLN setempat. Sesampainya di sana, ia langsung menuju kebagian pelayanan. Dengan marah ia berkata, “Kenapa PLN bisa tahu kalau istri saya sudah telat satu bulan ?”

“Sabar pak, kalau Bapak mau catatannya segera dihapus, Bapak tinggal membayar kepada kami.” Jawab petugas pelayanan menenagkan.

 

“Kalau saya tidak mau bayar anda mau apa?”

Tanya suami Ipuy sambil memukulkan tangannya di atas meja.

“Wah kalau begitu punya Bapak akan kami putus!” jawab petugas itu kembali.

“Dasar gila, masa punya saya mau diputusin? Nanti kalo istri saya di rumah mau, saya pakai apa ?”

Petugas PLN itu pun menjawab, “Ya, terpaksa pake LILIN atau OBOR pak ……!!”

Dengan amat kesal, suami Ipuy berkata. “Dasar GIILLAAAA…” (sambil ngelonyor pergi).

Baca Juga :