Inovasi Undang Minat Baca, Kunjungi Perpustakaan SMPN 26 Surabaya

Inovasi Undang Minat Baca, Kunjungi Perpustakaan SMPN 26 Surabaya

Inovasi Undang Minat Baca, Kunjungi Perpustakaan SMPN 26 Surabaya

Inovasi Undang Minat Baca, Kunjungi Perpustakaan SMPN 26 Surabaya

Inovasi Undang Minat Baca, Kunjungi Perpustakaan SMPN 26 Surabaya

Selama dua tahun berturut-turut, 2016 dan 2017, perpustakaan SMPN 26 berprestasi.

Perpustakaan di sekolah kawasan Surabaya Barat itu meraih juara pertama lomba perpustakaan sekolah tingkat Kota Surabaya. Kuncinya, inovasi.

SMPN 26 berhasil meraih juara pertama dalam lomba perpustakaan sekolah tidak secara instan. Ada proses yang dilakukan. Selain inovasi yang terus-menerus untuk meningkatkan minat baca, yang tidak kalah penting adalah implementasi membaca.

Hal itu ditegaskan Kepala Perpustakaan SMPN 26 Nelvi Siregar. Nelvi menyebutkan, bukti bahwa siswa telah membaca adalah wawasan yang bertambah. Wawasan itu bisa beragam. Selain diwujudkan dalam resume buku yang telah dibaca, wawasan bisa berupa pola pikir siswa yang makin luas.
Inovasi Undang Minat Baca, Kunjungi Perpustakaan SMPN 26 Surabaya
Asyiknya Membaca Buku di SMPN 26 Surabaya (Grafis: Rizky/Jawa Pos/.com)

Nah, pola pikir dan wawasan itu dituangkan dalam bentuk karya. Di antaranya, inovasi-inovasi menarik karya siswa. Ada martabak jamur tiram, alat pendeteksi kandungan logam dengan listrik, maupun buku kumpulan cerpen dan puisi. “Itu semua karena membaca,” katanya.

Bahkan, anak didiknya berhasil ikut dalam peneliti belia hingga tingkat nasional.

“Yang penting adalah implementasi membaca,” imbuhnya.

Banyak cara yang dilakukan untuk membangkitkan minat baca dan membiasakan siswa membaca. Mereka tidak harus datang ke perpustakaan induk atau yang disebut Lumbung Ilmu 1. Sebab, ada banyak sudut baca yang bisa dioptimalkan.

Selain sudut baca di kelas, tersedia sudut baca di ruang UKS, musala, ruang BK, dan laboratorium. Demikian pula di ruang guru, ruang TU, koperasi, hingga taman sekolah. Khusus sudut baca di taman disajikan melalui troli saat jam istirahat. “Siswa bisa berkreasi di kelas, sela waktu istirahat bisa digunakan untuk mengeksplorasi buku-buku,” tuturnya.

Buku-buku yang ada di sudut baca kelas berjumlah sekitar 100 buah. Nelvi menyebutkan, paling tidak jumlah buku yang tersedia adalah dua kali lipat dari jumlah siswa di kelas.

Di Pustaka Maya atau perpustakaan digital, ada 1.250 judul yang bisa diakses dari 40 komputer

. Lesehan sambil membaca asyik dilakoni di kafe baca.

Agar minat baca terus tumbuh, pihak sekolah menyelenggarakan lomba reading together atau membaca bersama setiap enam bulan. Lalu, siswa membuat resume buku yang dibaca. Hal itu menjadi alat ukur minat baca para siswa. Selain itu, ada bedah buku dan donor buku. “Saat ini total ada buku 35 ribu di perpustakaan,” imbuh Nelvi.

Kepala SMPN 26 Akhmat Suharto menerangkan, buku di perpustakaan bisa dipinjam. Tapi, peminjam harus mengembalikan sesuai waktu yang ditetapkan. Jika tidak, ada sanksi. Namun, sistem sanksinya berbeda dengan perpustakaan lain yang menerapkan denda berupa uang.

Di perpustakaan SMPN 26, sanksi yang diberlakukan berupa meresume atau membuat rangkuman hasil buku yang dibaca. Lalu, diserahkan kepada sekolah. “Sanksi itu dibuat agar pengetahuan siswa bertambah,” ungkapnya.

Suharto berharap perpustakaan sekolahnya mampu lolos akreditasi nasional. Kini pihaknya berinovasi dengan membangun perpustakaan apung. “Supaya yang membaca dapat merasakan suasana adem karena didesain seperti di alam terbuka,” lanjutnya.

 

Baca Juga :