Beach Shelter Unit Multifungsi Dilengkapi Pengisi Daya Baterai Ponsel

Beach Shelter Unit Multifungsi Dilengkapi Pengisi Daya Baterai Ponsel

Beach Shelter Unit Multifungsi Dilengkapi Pengisi Daya Baterai Ponsel

Beach Shelter Unit Multifungsi Dilengkapi Pengisi Daya Baterai Ponsel

Beach Shelter Unit Multifungsi Dilengkapi Pengisi Daya Baterai Ponsel

Bersantai di pinggir pantai sambil berfoto-foto tentu menyenangkan bagi sebagian orang

. Tapi, apa jadinya kalau baterai telepon genggam habis. Kegiatan mengabadikan momen menyenangkan tersebut terancam gagal. Untuk itu, mahasiswa Desain Produk Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) menciptakan beach shelter yang dilengkapi charger handphone.

Fitri Navyta, Dindadesi Rudhoh, M. Sukron Hidayat, dan Larasadi Harya menyadari kebutuhan masyarakat yang semakin tidak bisa dipisahkan dari telepon genggam. Karena itu, mereka menciptakan kursi pantai canggih.

Beach Shelter Unit Multifungsi Dilengkapi Pengisi Daya Baterai Ponsel

SANTAI DI PANTAI: Dindadesi Rudhoh (kiri) dan Fitri Navyta (kanan) mendampingi Nathaniela Indah Permatasari yang menjajal beach shelter unit. (Allex Qomarullah/Jawa Pos/JawaPos.com)

Inovasi tersebut sebenarnya merupakan tugas mata kuliah desain produk 5. Dalam proyek itu, setiap kelompok diminta membuat desain benda dengan teknologi masa depan. Mereka membuat beach shelter unit sebagai salah satu layanan jasa kepada masyarakat. ”Khususnya di tempat wisata pantai,” tutur Fitri Navyta.

Sebagai alat yang mengusung teknologi masa depan, beach shelter unit buatan mahasiswa semester VI tersebut tidak hanya bisa men-charge handphone. Kursi pantai berbentuk udang itu juga dilengkapi pelindung sinar matahari yang bisa dibuka dan ditutup. Bagian sandarannya pun bisa diatur sesuai kebutuhan pengguna. ”Seluruhnya dikendalikan remote control yang ada di bagian tangan user,” terangnya.

 

Kursi pantai tersebut juga dilengkapi lampu yang bisa menyala dengan sensor cahaya.

Ketika hari mulai gelap, lampu otomatis menyala. Selain itu, ada sensor ultrasonik untuk menghidupkan semua energi. Setelah 10 menit tidak ada yang menggunakan, seluruh tenaga listrik di dalam kursi pantai akan mati.

Agar tidak boros listrik, para mahasiswa tersebut menambahkan panel surya di bagian atas kanopi. ”Jadi, alat ini ramah lingkungan,” imbuhnya

 

Sumber :

http://groupspaces.com/Education30/pages/geography