Ombudsman Bongkar Praktik Jual-Beli Kursi Di Sekolah Favorit

PPDB Online di Kota Semarang Dibuka, Berikut Rumusan Penerimaannya

PPDB Online di Kota Semarang Dibuka, Berikut Rumusan Penerimaannya

Ombudsman Bongkar Praktik Jual-Beli Kursi Di Sekolah Favorit

Ombudsman Bongkar Praktik Jual-Beli Kursi Di Sekolah Favorit

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ajaran 2018/2019 untuk pelajar sejumlah tingkatan pendidikan di Kota Semarang mulai dibuka. Penyelenggaraan PPDB tahun ini berbeda dibanding periode-periode sebelumnya dikarenakan adanya sistem seleksi zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menerangkan, zonasi adalah sistem yang memprioritaskan calon siswa yang domisilinya dekat dengan sekolah. Sistem ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018.

“Penerapan sistem zonasi dibagi menjadi dua, zonasi terdekat 1 dan Zonasi

terdekat 2. Zonasinya kami pakai kelurahan. Masing-masing skornya yakni 50 dan 40 persen,” terang Bunyamin saat dihubungi, Senin (2/7).

Bunyamin memaparkan, pelaksanaan PPDB Online di tingkat Kota Semarang dibagi pada periode-periode tertentu. Dimana tingkatan TK dan SD dimulai pada Minggu (1/7) kemarin bersamaan dengan PPDB Online tingkat SMA/SMK Se-Jateng yang berada pada kewenangan Pemerintah Provinsi.

Sementara, lanjut Bunyamin, pelaksanaan PPDB Online tingkat SMP baru akan diselenggarakan besok Sabtu (7/7). Untuk proses seleksinya, pihak Dinas telah menerapkan rumus tersendiri bagi masing-masing tingkatan pendidikan.

Di tingkat SD, perumusannya adalah Nilai Akhir Peringkat (NAP)

= 7 x Usia + Zonasi. Penerapan rumus ini dinilai menghadirkam hasil objektif dimana anak di usia sama tetapi salah satunya berasal dari zonasi 1 memiliki peluang lebih tinggi untuk diterima di satuan pendidikan yang dipilih. Sementara tingkatan SMP, rumus PPDB Onlinenya yakni NAP = Zonasi + 7/6 x Nilai Ujian Sekolah + Prestasi.

“Di SD ada tiga mata pelajaran, kalau misalkan dia nilainya 10 semua. Jadi 7/6 dikalikan 30 hasilnya 35,” jelas Bunyami lagi. Nantinya, jika kuota siswa dengan system zonasi terpenuhi baru akan melakukan pertimbangan nilai dan prestasi anak.

Terkait penggunaan sistem zonasi ini, Bunyamin menyebut untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan keluarga. Selain itu, bertujuan menjamin pemerataan akses layanan pendidikan bermutu bagi siswa. Penerapannya juga dinilai dapat menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah negeri.

Lebih lanjut, penerapan sistem zonasi juga dimaksudkan guna

membantu analisis perhitungan kebutuhan dan distribusi guru, mendorong kredibilitas pendidik dalam pembelajaran dengan kondisi siswa yang heterogen. Serta memberikan bantuan atau afirmasi yang lebih tepat sasaran baik sarana maupun prasarana.

“Zona ini sudah disesuaikan pada kondisi yang ada di kelurahan setempat. Zona itu yang mengatur adalah daerah. Jika PPDB online itu pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sementara, nilai sepuluh persen lainnya terbagi masing-masing untuk lima persen untuk siswa berprestasi. Sedangkan sisanya diperuntukkan bagi yang mutasi dari orangtuanya karena tugas dinas. Nilai prestasi pun memiliki perbedaan di kejuaraan yang berjenjang seperti Olimpiade. “Itu bisa langsung masuk,” tambahnya.

Bunyamin menegaskan bahwa dalam pelaksanaan PPDB online kali ini pihaknya mengganti nilai kemaslahatan yang sebelumnya condong memberi keuntungan bagi anak guru. “Anak guru termasuk kuota sepuluh persen dan tidak ada nilai tambah. Langsung masuk jika masih ada sisa kouta, jika penuh akan diseleksi dengan anak-anak lainnya,” tandasnya.

 

Sumber :

https://rohitink.com/2019/06/14/need-know-periodic-table-elements/