Rekor Muri dan Peluncuran Perangko Meriahkan Hitung Mundur 666 Hari Menuju PON XIX 2016

Rekor Muri dan Peluncuran Perangko Meriahkan Hitung Mundur 666 Hari Menuju PON XIX 2016

Rekor Muri dan Peluncuran Perangko Meriahkan Hitung Mundur 666 Hari Menuju PON XIX 2016

Rekor Muri dan Peluncuran Perangko Meriahkan Hitung Mundur 666 Hari Menuju PON XIX 2016

Rekor Muri dan Peluncuran Perangko Meriahkan Hitung Mundur 666 Hari Menuju PON XIX 2016

ANDUNG – Sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON tentunya menjadi dambaan masyarakat Jawa Barat untuk berkiprah di kancah nasional. Terakhir Jawa Barat menjadi Tuan Rumah PON V di tahun 1961, tepatnya 53 tahun silam. Ketika itu Jawa Barat berhasil meraih juara umum untuk yang ketiga kalinya setelah PON II dan III. Pada PON XVIII/2012 di Riau, Jawa Barat menjadi juara runner up setelah DKI Jakarta.

Karenanya ketika Jabar  dipercaya sebagai tuan rumah, target juara tentu bukan mustahil.

Menurut Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat selaku Ketua III PB PON XIX/2016, Iwa Karniwa, sebagai tuan rumah Jawa Barat harus menjadi juara. Dengan Kujang sebagai logo dan Mang Surili sebagai maskotPON XIX/2016, Jawa Barat mencanangkan catur sukses, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi masyarakat, dan sukses administrasi. “Melalui catur sukses tersebut Jawa Barat bertekad untuk menjadi penyelenggara terbaik pon dan  kembali meraih juara umum,” ungkapnya.

Iwa menjelaskan PON XIX/2016 Jawa Barat mencakup 44 cabang olah raga yang dipertandingkan, dengan 750 nomor yang dipertandingkan. Sedangkan jumlah medali yang diperebutkan terdiri dari 750 medali emas, 750 medali perak, dan 786 medali perunggu. Kuota atlet sebanyak 8200 atlet, dan lokasi venue tersebar di 14 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Menurut Iwa, acara hitung mundur 666 menuju PON XIX/2016 di Car Free Day Dago, Minggu (8/11) ini akan diisi kegiatan seru seperti parade komunitas dan freeze mob; Pemecahan Rekor Muri pelukisan 666 wajah dalam waktu 66 menit oleh 6 pelukis di 6 spot; Pengumuman Lomba “Foto Selfie Bersama Mang Surili”; Peluncuran lagu “Jabar Kahiji” lagu “Mang Surili” dan lagu “Catur Sukses” PON XIX/2016 dibawakan oleh Lia Apriliani, serta penampilan grup musik lainnya yaitu Candil “Ex Serieus”, Band Utopia, band indie, dan Beatbox.

“Tak kalah monumental adalah Launching dan Penandatanganan Perangko PON XIX

Jawa Barat 2016, kerjasama Pemprov Jabar dengan PT. Pos Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON XIX 2016 Jabar Yudha M Saputra menatakan acara hitung mundur macam ini diadakan secara berkala. Nantinya dalam setiap event tersebut memiliki tema-tema yang berbeda-beda sehingga masyarakat bisa menangkap makna yang disampaikan.

“Ke depannya masyarakat tidak hanya tahu tentang PON saja, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa terlibat di dalam PON karena PON bukan hanya hajat pemerintah saja, tetapi juga hajat bagi seluruh masyarakat sehingga kita bisa sukses menjadi tuan rumah yang  baik,” papar Yudha yang juga Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat ini.

Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai secara resmi

 

menghitung mundur 666 PON XIX ini, menurutnya agenda ini akan terus disosialisasikan agar masyarakat Jabar merasakan semaraknya dan turut menyukseskan PON 2016 nanti.

“666 hari lagi PON ke XIX akan diselengarakan. Jadi tiap 111 hari kita lakukan sebuah langkah, sebuah seremoni. Dari 999, 888, 777 dan sekarang 666. Kedepan juga akan terus kita lakukan. Dan maksud dari 666 PON ini adalah dalam rangka sosialiasi, supaya masyarakat Jawa Barat aware,  tersadarkan, tahu bahwa di jawa barat pada bulan September 2016 yang akan datang akan ada PON yang ke 19, penyelenggaranya adalah Porvinsi Jawa Barat. Dan Alhamdulillah kita menjadi penyelengara PON yang ke 5 setelah PON di daerahkan,” terang Gubernur yang akrab di sapa Aher ini.

Terkait Jabar sebagai tuan rumah, menurut Aher, ajang PON ini bisa menjadi langkah untuk membenahi sarana olah raga. yang diharapkan dengan semakin lengkapnya sarana olah raga di Jabar, akan turut mendongkrak prestasi atlet atau bahkan melahirkan atlet baru Jawa Barat. Selain itu sebagai kesiapan tuan rumah Aher juga menjanjikan jika venue-venue PON akan selesai tahun 2015.

“Ini sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan sarana olah raga. Yang tadinya kita tidak lengkap Venue-nya tapi berkat PON jadi lengkap venue kita. Gara-gara PON prestasi kita semakin meningkat, gara-gara PON dilaksanakan di Jawa Barat. Dan itulah yang ingin kita hadirkan. Sehingga PON di Jawa Barat ini, lebih gebyar daripada PON-PON daerah sebelumnya. Karena kita sudah belajar dari Surabaya, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan dari Riau, Sehingga   dari pelajaran tersebut kita praktekan, jadi pada 2015 seluruh venue sudah selesai. 2016 tidak ada bangunan baru. Yang ada hanya melengkapi sarana-pra sarananya,” Tutur Aher.

Sekali lagi Aher juga menegaskan dalam PON ini agar tercapai Catur Sukses PON yang selama ini ditargetkan.

“Kita harapkan ini menjadi pesta nasional yang diselengarakan di Jawa Barat, jadi sukses penyelenggaraan. Kita juga ingin sukes prestasi dimana sukses tersebut dihadirkan dengan terciptanya rekor. Baik itu rekor PON, rekor nasional, rekor Sea Games, rekor Asian Games, bahkan rekor dunia. Kemudian ditandai juga dengan hadirnya juara Umum bagi kontingen Jawa Barat. Yang ketika sukses Ekonomi dan ke-Empat, sukses administrasi, karena kita ini supaya penyelenggaraan ini bersih tidak ada kongkalingkong, penggelapan uang atau korupsi. Sehingga selesai PON, administrasi bersih, tidak ada urusan apapun dengan hukum, Karenanya BPK masuk menjadi kepanitian, begitu pula dengan Polda dan Kejaksaan yang menajdi penasehat Panitia PON.” pungkas Aher.

 

Sumber :

http://scalar.usc.edu/works/istory/what-is-the-difference-between-vocational-school-and-academic-school