Persiapan Kurikulum Baru Mepet

Persiapan Kurikulum Baru Mepet

Persiapan Kurikulum Baru Mepet

Persiapan Kurikulum Baru Mepet

Persiapan Kurikulum Baru Mepet

Pemerintah mengakui waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan pelatihan guru dan distribusi buku kurikulum tersisa tiga minggu lagi.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, dalam skenario awal pelatihan guru dan pengadaan buku kurikulum baru ditargetkan selesai pada 30 Juni.

Namun karena pelaksanaanya di daerah masih banyak

yang belum beres maka batas waktunya dimundurkan kembali hingga 19 Juli. “Kita punya cadangan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan (pelatihan guru dan distribusi buku),” katanya di Gedung Kemendikbud, Rabu (2/7/2014).

 

Musliar menjelaskan, tahun ajaran baru 2014/2015 memang dimulai pada 14 Juli. Namun Kemendikbud optimis pelatihan guru dan buku yang belum terdistribusi tidak akan menimbulkan kekacauan berarti.

Pasalnya, situasi belajar di awal masuk tahun ajaran baru nanti belum

akan begitu sibuk. Selain itu juga akan terpotong dengan waktu libur lebaran. Meski demikian, ujarnya, Wakil Presiden Boediono menekankan Kemendikbud agar pelaksanaan kurikulum 2013 ini mesti berjalan dengan baik.

Mantan Rektor Universitas Andalas ini mengakui, tahun ini adalah pertama kalinya Kemendikbd melatih 1,3 juta guru. Hambatan tidak hanya dari segi teknis namun juga kadang banyak guru yang sudah diundang untuk dilatih di provinsi namun tidak hadir.

“Ini memang pengalaman pertama kami melatih 1,3 juta guru

. Namun kami optimis guru masih bisa dilatih sampai tahun ajaran baru nanti,” terang mantan Irjen Kemendikbud ini.

Musliar menambahkan, distribusi buku juga tertatih-tatih prosesnya karena pihaknya pertama kali memakai e-katalog melalui lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP).

Menurut dia pemakaian e-katalog di LKPP ini memungkinkan harga buku kurikulum hanya Rp7.000 saja. Selain itu juga kali ini sekolah yang belajar memesan sendiri buku ke percetakan.

Dalam perkembangannya, pemesanan buku oleh sekolah tidak berjalan baik. Maka dari itu, ujarnya, dibuatlah scenario memesan buku dengan mengirim email yang diakuinya sudah sangat terlambat.

Masalah lain ialah percetakan ketakutan sekolah yang sudah memesan buku namun tidak bersedia membayarnya. Dalam hal ini Kemendikbud menjamin semua sekolah akan membayar.

Pasalnya, dana pembelian buku melalui dana bantuan social itu sudah cair pada 1 Juni lalu. Memang statusnya masih sebagian yang sudah dicairkan namun wapres kembali menekankan distribusi buku mesti digenjot agar tidak ada lagi keterlambatan kembali.
(maf)

 

 

Baca Juga :