Kepsek yang Terlibat Jual-Beli PPDB Terancam Dipecat

Kepsek yang Terlibat Jual-Beli PPDB Terancam Dipecat

Kepsek yang Terlibat Jual-Beli PPDB Terancam Dipecat

Kepsek yang Terlibat Jual-Beli PPDB Terancam Dipecat

Kepsek yang Terlibat Jual-Beli PPDB Terancam Dipecat

Dinas Pendidikan Kota Depok akan memberhentikan kepala sekolah (Kepsek)

negeri yang melakukan pelanggaran pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014. Karena beberapa kepala sekolah diduga terlibat praktik jual-beli bangku saat PPDB siswa miskin.

Hasil temuan Disdik Kota Depok, pihak sekolah menerima uang sogokan dari para calon siswa yang mendaftar ke sekolah negeri. Modusnya, para calon siswa mengandalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sehingga diterima di sekolah negeri.

Tercatat, di Depok ada 314 sekolah negeri dari tingkat sekolah dasar

hingga menengah kejuruan. Jika terbukti, maka kepsek yang terlibat akan diberhentikan.

Kepala Disdik Kota Depok, Herry Pansila mengatakan, hingga saat ini baru ada empat sekolah yang telah dipanggil oleh pihaknya. Indikasinya mereka sudah menerima uang dari orang tua calon siswa dengan memanipulasi data siswa miskin.

“Jadi mereka terancam akan kami pecat,” kata Herry

kepada wartawan di Depok, Senin (30/6/2014).

Pihaknya mengaku gerah dengan penyelewengan yang dilakukan kepsek di sekolah negeri. Sehingga pihaknya mengeluarkan kebijakan tegas dengan memberhentikan kepsek yang terlibat.

Dengan bermodalkan SKTM, maka calon siswa bisa masuk ke sekolah negeri. Padahal, beberapa calon siswa bukanlah kategori tidak mampu.

Dari hasil penyelidikan pihaknya, setelah dilakukan kroscek ternyata ada calon siswa yang rumahnya termasuk kategori mewah namun mengantongi SKTM. Diduga, para kepsek menerima uang pelicin jutaan rupiah dari calon siswanya.

“SKTM itu bisa diperjual-belikan, dan bukan jadi tolak ukur menerima siswa miskin. Makanya akan kami verifikasi secepatnya,” tegasnya.

 

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/cara-membuat-jaring-jaring-kubus/