Prinsip Supervisi Pendidikan

Prinsip Supervisi Pendidikan

Prinsip Supervisi Pendidikan

Prinsip Supervisi Pendidikan

Prinsip Supervisi Pendidikan

Masalah yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan ialah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Suatu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru merasa aman dan merasa diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu, supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data dan fakta yang objektif. Dengan demikian, maka prinsip supervisi yang dilaksanakan adalah (Sahertian: 2000: 19):

  1. Prinsip Ilmiah (scientific)

Prinsip ilmiah mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

  1. a)  Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.
  2. b)  Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data, seperti angket, observasi, wawancara, dan lain sebagainya.
  3. c)  Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana, dan kontinu.
  1. Prinsip Demokratis

Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru, bukan berdasarkan atasan dan bawahan tetapi berdasarkan rasa kesejawatan. (https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/lembaga-agama-contoh-fungsi-dan-jenisnya/)

  1.   Prinsip Kerja Sama

Mengembangkan usaha bersama menurut istilah supervisi adalah “sharing of idea, sharing of experience”, memberi support, mendorong, menstimulasi guru, sehingga merasa tumbuh bersama.

  1. Prinsip Konstruktif dan Kreatif

Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreatifitas kalau supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara menakutkan.