UIN Jakarta Gandeng KPK Telusuri Harta Calon Rektor

UIN Jakarta Gandeng KPK Telusuri Harta Calon Rektor

UIN Jakarta Gandeng KPK Telusuri Harta Calon Rektor

UIN Jakarta Gandeng KPK Telusuri Harta Calon Rektor

UIN Jakarta Gandeng KPK Telusuri Harta Calon Rektor

 

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri harta calon rektor periode 2019-2023.

Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019-2023, Abdul Hamid mengatakan, universitas telah mengeluarkan pengumuman nomor: B-2829/R.II/HK.00.7/09/2018 tentang Hasil Seleksi Berkas Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019-2023.

‎Ada 11 guru besar yang dinyatakan lulus. Mereka yakni Amsal Bakhtiar, Andi M Faisal Bakti, Jamhari, Masri Mansoer, Amany Burhanuddin Umar Lubis, Sukron Kamil, ‎Zulkifli, Ulfah Fajarini, Abdul Mujib, Murodi, dan Dididin Saepudin.

Hamid mengatakan, melalui pengumuman tersebut

juga disampaikan kepada 11 nama bakal calon rektor tersebut agar segera melengkapi 10 dokumen.

Salah satu di antaranya, tutur dia, surat pernyataan telah membuat dan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hamid menegaskan, untuk penyampaian LHKPN tersebut maka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggandeng KPK.

“Kalau LHKPN itu sifatnya membuat surat pernyataan di atas materai bahwa pernah membuat dan melaporkan kekayaan. Jadi biar kita ikut jagalah,” ujar Hamid kepada KORAN SINDO, Selasa (2/10/2018).

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta ini menuturkan, seluruh persyaratan calon rektor termuat secara terang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor: 68/2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah.

Oleh karena itu, Hamid menegaskan Tim Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019-2023 mengakomodir Peraturan Menteri Agama tersebut.

Hamid menuturkan, dari 11 bakal calon yang lulus seleksi berkas, ada satu orang mengundurkan diri, yakni Murodi. “Prof Murodi mundur karena alasan kesehatan,” katanya.
Dia menegaskan, Panitia Penjaringan mengimbau 10 bakal calon rektor tersisa agar segera melengkapi seluruh dokumen persyaratan. Kemudian mereka mesti menyerahkan seluruh dokumen tersebut ke Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diketuai Abuddin Nata.

 

Baca Juga :