Wanita Shophaholic Adalah

Wanita Shophaholic Adalah

Wanita Shophaholic Adalah

Wanita Shophaholic Adalah

Wanita Shophaholic Adalah

 

Wanita, uang, dan belanja

 

seolah sudah menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tak heran jika wanita betah berlama-lama ada di dalam pusat berlanjaan seperti department store atau butik. “Semua orang tahu bahwa wanita sangat cinta berbelanja, dan sangat menarik untuk melihat barang apa yang paling memberikan kepuasan,” kata Dermot Dennehy, juru bicara Savame4later, seperti dikutip dari Daily Mail.

 

Hobi belanja pada wanita bukanlah hal

 

yang baru untuk dibicarakan. Wanita sangat tergoda dengan barang-barang yang mampu menawarkan mereka suatu konsep kecantikan dan kesempurnaan. Misalnya saja promo baju. Pikiran mereka dijejali dengan konsep baju yang eye catching, yang mampu membuat mereka berubah menjadi cantik. Meskipun baju tersebut belum tentu pantas dengan postur tubuh bahkan kantong, mereka mengabaikan itu semua. Mereka tetap mengikuti ketertarikannya untuk membeli baju itu agar terlihat cantik dan sempurna.
Survei menunjukkan bahwa wanita dapat menghabiskan lebih dari satu jam untuk belanja makanan. Dengan rata-rata 84 kali perjalanan ke restoran per tahun, menghabiskan 94 jam dan 55 menit. Sedangkan untuk berburu dan menawar pakaian terbaru, mereka bisa menghabiskan 100 jam dan 48 menit.

 

Fenomena pecandu

 

belanja pernah pula diangkat dalam sebuah film yang berjudul confension of shophaholic, yang diangkat dari serial novel kaya Sophie Kinsela. Film ini mengulas tentang kehidupan seorang wanita yang sangat tergila-gila dengan belanja. Tidak main-main, dia memiliki beberapa buah kartu kedit untuk memuaskan keinginannya tersebut. kegilaannya pada belanja berujung pada masalah hutang kartu kredit serta penyesalan terhadap barang-barang yang dibelinya. Dia sangat terkejut saat melihat kualitas barangnya jauh dari kata bagus. Ada beberapa cacat yang luput dari perhatiannya karena kurang cermat memeriksa saat membeli. Masalah-masalah inilah yang menyadarannya untuk cermat serta hemat dalam membelanjakan uangnya.

 

Bagi para wanita, ada 3S (Smart Shopping Solution)

 

sebuah solusi ini patut diketauhi agar tidak terjebak pada nafsu berbelanja. Solusi yang harus pertama kali diketahui adalah kenali skala prioritas. Jika timbul hasrat yang sangat kuat untuk memborong, ingatlah solusi hal ini. Pertimbangkan apakah barang yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan sekarang. Hindari membli barang untuk kebutuhan yang akan datang meskipun ada kemungkinan akan dibutuhkan nanti. Tapi, kata nanti tersebut masih belum bisa diprediksi waktu pemakaiannya. Inilah yang membuat pengeluaran membengkak karena membeli barang yang belum tahu kapan digunakan.

 

Solusi yang kedua adalah usahakan selalu bawa uang pas. Bagi para wanita yang mudah tergiur dengan barang-barang, jangan membawa kartu kredit. Benda keramat ini akan mengubah mindset untuk terus menggunakannya. Padahal kecerobohan dalam menggunakan benda ini bisa menjerumuskan pada hutang yang sangat besar. Oleh karena itu, cukup membawa uang tunai saja. Jadi, ketika terbersit keinginan membeli barang dengan harga mahal, ingatlah bahwa uang yang dibawa tidak cukup. Dengan cara ini, nafsu belanja tetap terkendali.

 

Solusi selanjutnya adalah

 

waspadai diskonan atau sale. Ada berbagai jenis sale yang selama ini ditawarkan oleh sejumlah mall. Ada sale yang langsung menunjukkan nominal diskon, misalnya 20%. Sale yang lain misalnya berupa potongan harga sejumlah sekian rupiah setelah belanja diatas nominal sekian. Inilah yang sangat menggelitik nafsu belanja. Bayangan untuk mendapatkan barang bagus dengan haga murah sangat menggelitik wanita untuk berbelanja. Fenomena ini sempat pula diangkat oleh Raditya Dika, pengarang buku Kambing Jantan, yang mengatakan bahwa besarnya sebuah diskon, berbanding lurus dengan tingkat keganasan cewek di mall tersebut. Bila boleh jujur, perkataan raditya terbukti benar. Para wanita rela berdesak-desakan saat ada diskon 70%. Sekali lagi, jangan tergoda dengan diskonan. Inilah yang akan membuat kantong kering seketika. Jika tidak kuat menahan godaan, segeralah beranjak dari mall itu dan tenangkan hati.

 

Solusi yang terakhir adalah cermati kualitas barang belanjaan

 

. Ini seringkali dilupakan oleh sebagian wanita. Mereka terlalu bersemangat membeli sehingga mengabaikan mutu dari barang tersebut. Wanita harus cermat saat membeli. Misalnya jika ingin membeli baju. Cermatilah kualitas bahan tersebut, kekuatan jahitan, kancing, serta resleting. Jangan lupa untuk melihat warna dan kemungkinan adanya cacat dari segi motif dan model. Dengan kecermatan seperti ini, tak akan ada penyesalan jika menemukan kecacatan dari barang yang dibeli.

Belanja memang seru, namun sebagai wanita harus pandai memanage diri, terutama terkait dengan keuangan. Hal ini akan sangat bermanfaat sebagai bekal berumah tangga. Jadi, sekali lagi kontrol nafsu belanja dan jadilah wanita yang berkepribadian hemat dan cermat. Hidup wanita Indonesia!dan Hidup belanja juga.

 

Sumber : http://www.ngegas.com/