Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Fungsi dan tujuan pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan adalah memberikan pengalaman belajar yang meliputi domain kognitif, afektif, dan psikomotorik secara bermakna, yang berfungsi menyiapkan siswa menjalani kehidupan dalam era global yang sangat kompleks. (e-learning Pasca Undiksha)

Tujuan pendidikan menurut para ahli

Tujuan pendidikan menurut JJ. Rousseau (Mujiono dan Munawar : 2012)

menyatakan bahwa tujuan akhir pendidikan adalah self-realisasi potensi-potensi manusia menjadi kenyataan di dalam tindakan yang nyata. Seperti dikatakan Rousseau :… education should aim to perfect the individual in all his powers …, the education is not to make a soldier, magistrate, or priest, but to make a man. (5: 114). Maksudnya pendidikan harus bertujuan untuk menyempurnakan semua potensi individu…, pendidikan bukan bertujuan untuk membina manusia menjadi prajurit, seorang hakim, melainkan untuk membina seseorang menjadi manusia

Tujuan pendidikan menurut Langeveld

dibedakan menjadi enam tujuan (umum, khusus, tidak lengkap, sementara, intermedier, insidental): (SAP & Modul Stkip PGRI Metro)

  1. Tujuan umum. adalah tujuan yang akan dicapai di akhir proses pendidikan, yaitu tercapainya kedewasaan jasmani dan rohani anak didik. Maksud kedewasaan jasmani adalah jika pertumbuhan jasmani sudah mencapai batas pertumbuhan maksimal, maka pertumbuhan jasmani tidak akan berlangsung lagi. Kedewasaan ruhani adalah peserta didik sudah mampu menolong dirinya sendiri, mampu berdiri sendiri, dan mampu bertanggung jawab atas se-mua perbuatannya.
  2. Tujuan khusus. adalah tujuan tertentu yang hendak dicapai berdasar usia, jenis kelamin, sifat, bakat, inteligensi, lingkungan sosial-budaya, tahap-tahap perkembangan, tuntutan syarat pekerjaan, dan sebagainya.
  3. Tujuan tidak lengkap. adalah tujuan yang me-nyangkut sebagian aspek manusia, misalnya tujuan khusus pembentukan kecerdasan saja, tanpa memperhatikan yang lainnya. Jadi tujuan tidak lengkap ini bagian dari tujuan umum yang melengkapi perkembangan seluruh aspek keperibadian.
  4. Tujuan sementara. Proses untuk mencapai tujuan umum tidak dapat dicapai secara sekaligus, karenanya perlu ditempuh setingkat demi setingkat. Tingkatan demi tingkatan diupayakan untuk mencaai tujuan akhir itulah yang dimaksud tujuan sementara contohnya anak menyelesaikan pendidikan dijenjang pendidikan dasar merupakan tujuan sementara untuk selanjutnya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti sekolah menengah dan perguruan tinggi.
  5. Tujuan intermedier. adalah tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok. Misalnya, anak dibiasakan untuk menyapu halaman, maksudnya agar ia kelak mempunyai rasa tanggung jawab.
  6. Tujuan insidental. adalah tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, yang sifatnya seketika dan spontan. Misalnya, orangtua menegur anaknya agar berbicara dengan sopan ketika berbicara.

Menurut Bloom (dalam Suwarno, 2006:35 – 36)

Menurut Bloom (dalam Suwarno, 2006:35 – 36), tujuan pendidikan dibedakan menjadi tiga.

  1. Domain kognitif. Domain Kognitif meliputi kemampuan-kemampuan yang diharapkan dapat tercapai setelah dilakukannya proses belajar-mengajar. Kemampuan tersebut meliputi pengetahuan, pengertian, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Keenam kemampuan tersebut bersifat hierarkis. Artinya, untuk mencapai semuanya harus sudah memiliki kemampuan sebelumnya.
  2. Domain afektif. Domain afektif berupa kemampuan untuk menerima, men-jawab, menilai, membentuk, dan mengarakterisasi.
  3. Domain psikomotor. Terdiri dari kemampuan persepsi, kesiapan, dan respons terpimpin.

Tujuan pendidikan menurut jenisnya

Tujuan pendidikan menurut jenisnya, terbagi dalam beberapa jenis, yaitu tujuan nasional, institusional, kurikuler, dan instruksional. (Suwarno, 2006:33-34)

  • Tujuan nasional adalah tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh suatu bangsa;
  • Tujuan institusional adalah tujuan pendidikan yang ingin dicapai suatu lembaga pendidikan;
  • Tujuan kurikuler adalah tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh suatu mata pelajaran tertentu;
  • Tujuan instruksional adalah tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh suatu pokok atau sub pokok bahasan tertentu.

 

Baca Artikel Lainnya: