7 Budaya Kerja yang Harus Dimiliki Perusahaan Agar Lebih Sukses

7 Budaya Kerja yang Harus Dimiliki Perusahaan Agar Lebih Sukses

setujukah Anda bahwa budaya kerja merupakan salah satu faktor paling penting yang pilih kesuksesan suatu perusahaan? Jika Anda pernah bekerja di sebagian perusahaan, kemungkinan Anda udah mengenal bermacam macam karakteristik lingkungan kerja yang berbeda. Tentu Anda juga udah dapat membandingkan bagaimana budaya kerja di satu perusahaan dapat menyebabkan pekerja lebih kreatif, kala kondisi di kantor lain mendorong karyawannya untuk lebih produktif dan bekerja cepat. Lalu sebenarnya, budaya kerja layaknya apa yang penting dimiliki oleh perusahaan sehingga dapat makin sukses? Ini dia tujuh budaya kerja paling baik yang terbukti berhasil mendorong kesuksesan perusahaan:

1. Budaya kerja timbal balik

Budaya kerja ini mendukung terdapatnya umpan balik yang jujur di atas seluruh bentuk komunikasi lainnya. Saat seorang pekerja kudu menambah performa, maka atasan bakal langsung mengingatkannya perihal perihal tersebut. Sebaliknya, jika manajer tidak produktif atau kurang bertanggung jawab, maka manajemen bakal memfasilitasi bentuk komunikasi untuk mendapatkan solusi terebut. Budaya kerja timbal balik layaknya ini bakal menyebabkan karyawan saling percaya satu serupa lain. Mereka bakal menjadi bebas untuk mengimbuhkan ide, mendengarkan masukan atau melaksanakan inisiatif.

2. Budaya kerja yang transparan

Hampir serupa layaknya poin sebelumnya, komunikasi merupakan kunci berasal dari suatu jalinan yang baik didalam perusahaan. Nah, sebuah komunikasi yang baik tentu memerlukan transparansi. Hal ini bukan berarti tiap tiap orang di perusahaan jelas berapa banyak uang yang dihasilkan orang lain, tetapi transparansi di sini lebih kepada keyakinan bahwa apa pun yang dijalankan tiap orang didalam organisasi sejalan dengan obyek yang lebih luas.

Salah satu perusahaan yang menganut komitmen ini adalah Highfive. Shan, CEO Highfive bakal melaksanakan Q&A didalam sebuah makan siang dan menjawab pertanyaan-pertanyaan karyawan yang udah dimasukkan ke didalam sebuah kotak.

3. Budaya kerja yang berfokus terhadap individu

Budaya kerja layaknya ini menawarkan fleksibilitas kepada tiap tiap orang untuk mengatur type kerjanya masing-masing. Salah satu caranya kemungkinan dengan mengizinkan sebagian karyawan bekerja berasal dari tempat tinggal (remote work) jika itu tidak mengganggu produktivitas. Pegawai lainnya kemungkinan diizinkan untuk punya jam kerja yang lebih fleksibel atau lebih-lebih pilih meja kerja mereka sendiri. Setiap orang tentu punya model atau cara bekerja yang tidak sama dan budaya kerja semacam ini bakal menyebabkan karyawan menjadi lebih bebas dan produktif.

4. Budaya kerja tanpa dinding pembatas

Lingkungan kerja tanpa terdapatnya dinding pembatas bakal menciptakan budaya kerja tim yang lebih baik. Kantor yang melewatkan ruangannya terbuka tanpa bilik bakal menyebabkan karyawannya dapat berbicara antara satu serupa lain dengan bebas. Lingkungan kerja semacam ini juga kebanyakan punya area istirahat dengan yang menyebabkan karyawan makin membaur dan menghalau jarak antar divisi. Selain area kerja tanpa pembatas, Anda juga dapat mengadakan acara team building di kantor untuk menambah stimulan bekerjasama dan saling menghargai.

5. Budaya kerja tim

Budaya kerja tim bakal sangat mungkin tiap tiap orang untuk bekerja secara individu dengan selamanya fokus terhadap kesuksesan sebagai sebuah tim. Lingkungan semacam ini kebanyakan bakal pilih obyek tim dan sangat mungkin tiap tiap orang bekerja serupa didalam grup yang lebih kecil untuk selesaikan tugas kelompok. Karyawan bakal lebih fokus untuk menambah mutu kerja individu demi kesuksesan bersama.

6. Budaya kerja skeptis terbuka

Dalam budaya kerja ini, seluruh perihal dapat dipertanyakan. Semua karyawan didorong untuk selamanya skeptis dan mempertanyakan banyak hal. Tidak ada orang yang bakal menjadi was-was untuk ditegur gara-gara bertanya atau mengungkap idenya. Karyawan bakal menjadi bebas untuk mengungkap kejanggalan yang ia rasakan kala bekerja. Oleh gara-gara tiap tiap orang bebas dan berhak mengajukan pertanyaan, maka seluruh orang juga bakal lebih stimulan untuk bekerja bersama menggerakkan perusahaan sehingga makin maju.

7. Budaya kerja menggembirakan dengan unsur lelucon

Tidak melulu kudu nyata-nyata didalam berencana suatu perihal atau mengembangkan ide, unsur lelucon ternyata dapat membangkitkan kreatifitas dan stimulan seseorang didalam bekerja. Unsur ini juga bakal menegaskan kepada tiap karyawan bahwa perusahaan merangkul tiap tiap kreatifitas. Perusahaan-perusahaan di Silicon Valley kondang dengan memasukkan unsur ini didalam budaya mereka. Sebuah startup di sana pernah berharap karyawannya untuk melaksanakan parade di pusat kota dan mengimbuhkan tos terhadap sepuluh orang asing. Bukan sia-sia, kegiatan ini menyebabkan karyawan jelas bahwa di kala mereka tengah rentan, ada tim di belakang mereka yang bakal mendukung mereka dan tertawa bersama.

Tipe budaya kerja di atas dinilai berhasil didalam mendukung kemajuan perusahaan. Namun, tentu tidak seluruh orang sesuai dengan budaya kerja layaknya ini. Ketahuilah cara kerja Anda dan mengatur dengan lingkungan kerja sehingga Anda dapat terus produktif dan kreatif. Kalau di kantor Anda sendiri, budaya kerja layaknya apa yang diterapkan?

Baca Juga :