4 Langkah Ciptakan Suasana Rumah Yang Menyenangkan

4 Langkah Ciptakan Suasana Rumah Yang Menyenangkan

Memiliki anak umur remaja pasti mempunyai tantangan sendiri dalam mengasuhnya. Seiring usianya sudah bertambah, umur remaja tidak jarang kali melampiaskan tidak sedikit hal di luar rumah. Dikhawatirkan, mereka terbawa hal-hal negatif yang tidak baik guna masa depan.

Karena itulah, tugas orang tua untuk membuat lingkungan aman, nyaman dan mengasyikkan di rumah.

Di luar lokasi tinggal atau di sekolah, anak barangkali menghadapi masalah yang menjadi beban tersendiri baginya. Lingkungan rumahlah yang bisa menjadi penyejuk jiwa anak dengan membuat suasana lokasi tinggal yang tenteram, damai sehingga menciptakan anak kerasan di rumah.

Bagaimana caranya?

Dikutip dari kitab Menjadi Orang Tua Hebat dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kemendikbud, membuat lingkungan yang aman, nyaman dan mengasyikkan dapat dilaksanakan dengan cara:

1. Memberi peluang anak bermain bareng teman sebaya

Dengan tidak mempedulikan anak bergaul dengan rekan sebaya yang bertolak belakang agam, suku bangsa dan pun dengan anak penyandang disabilitas bakal memberikan guna antara beda dapat belajar membina kerja sama, menghargai perbedaan, menolong atau menerima pertolongan dari rekan serta bisa berempati pada kelemahan teman.

2. Mengajak anak menolong pekerjaan lokasi tinggal sesuai dengan kemampuannya

Dengan membantu mengerjakan pekerjaan di rumah, anak bakal merasa keberadaannya diakui, merasa bermanfaat dan belajar bertanggung jawab. Yang terpenting, orang tua mesti meyakinkan kegiatan yang diserahkan pada anak aman, mengasyikkan dan cocok dengan usia.

Misalnya pelajaran.id/ , anak umur remaja, guna remaja laki-laki dapat ditugaskan membasuh kendaraan individu milik keluarga laksana motor atau mobil, sedangkan untuk remaja perempuan dapat ditugaskan menolong ibu masak di dapur atau merapikan ruangan serta membereskan pajangan yang terdapat di rumah.

3. Berkomunikasi efektif dengan anak

Berkomunikasi dengan anak remaja pasti harus punya teknik sendiri, antara lain, jadilah pendengar yang baik ketika anak berkata atau bercerita. Berempatilah dalam memperhatikan saat anak berbicara.

Bacalah bahasa tubuh atau perilaku anak, dengarkan pendapat, benak dan ungkapan perasan anak. Tataplah anak dengan kasih sayang saat berbicara. Gunakan ekspresi wajah atau bahasa tubuh yang sesuai supaya anak dapat lebih gampang memahami.

Hindari gaya komunikasi yang menciptakan anak semakin unik diri, seperti, memerintah, menyalahkan, memberi julukan negatif, meremehkan, membanding-bandingkan, mengancam, menggurui, membohongi, mengkritik, atau menyindir.

Ajaklah dengan kata positif dan tidak mengizinkan dengan dalil yang dicerna anak. Gunakan ucapan-ucapan motivasi laksana ‘ayo’, ‘bagus’, dan ‘mari’.

4. Kembangkan literasi family dengan mengenalkan kitab pada anak

Kenalkan anak pada literasi dasar dengan teknik membangun keterampilan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, mencatat dan berhitung sehubungan dengan keterampilan analisis guna memperhitungkan, memproses informasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan.

Ajak anak untuk mengejar ribuan informasi dari sebuah kitab dengan teknik mengunjungi perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, taman bacaan masyarakat, toko kitab atau melewati pertukaran kitab dengan sesama orang tua.