Membangun Dunia bersama Kata-kata

Membangun Dunia bersama Kata-kata

Membangun Dunia bersama Kata-kata

Mungkin kami masih ingat sebuah ungkapan tenar pada iklan product minuman yang perlihatkan ‘mulutmu harimaumu’. Ungkapan ini punya arti bahwa kata-kata ibarat harimau yang bisa merawat kami dari orang-orang jahat dan sekaligus bisa menerkam dan menghabisi kita.

Membangun Dunia bersama Kata-kata

Guru adalah keliru satu pekerjaan yang memerlukan kata-kata sebagai senjatanya. Setidaknya saat ia tengah mengajar atau menuturi anak didiknya, ia wajib mengeluarkan sepatah atau dua patah kata yang muncul dari mulutnya. Sebagai sosok yang konon dapat digugu dan ditiru itu, semua kata-kata guru itu pasti dapat selamanya diperhatikan oleh anak didiknya.

Sudah jadi rahasia umum bahwa anak-anak di zaman sekarang lebih enteng nggugu dan niru kata-kata kotor daripada kata-kata yang baik. Persis seperti kutipan puisi Dorothy Law Nolte yang berjudul “Children Learn What They Live”, kecuali anak-anak dibesarkan bersama permusuhan ia belajar melawan. Dan kecuali seorang guru mendidik bersama umpatan maka anak didiknya dapat belajar mencela.

Nirartha seorang Pujangga dari zaman Majapahit pun menulis bahwa kata-kata yang baik bisa memberi tambahan kesejukan pada semua orang yang melebihi cahaya rembulan. Dengan kesejukannya kata-kata yang baik dapat jadi nektar yang memberi tambahan kehidupan pada setiap orang yang mendengarnya. Bahkan benda-benda mati pun kecuali mendengar kata-kata itu dapat terbujuk oleh vibrasinya. Setelah itu benda-benda mati itu dapat menemukan kehidupannya.

Emoto, seorang peneliti dari Jepang yang menggapai penghargaan internasional pun telah perlihatkan bahwa kata-kata bisa pengaruhi formasi kristal air. Dia bisa perlihatkan bahwa gambar kristal yang paling indah adalah yang terbuat dari kata-kata yang penuh cinta. Air yang menerima kata-kata indah berikut dapat bisa membentuk kristal yang indah pula. Jika air saja bisa merespons kata-kata yang ditujukan kepadanya, bagaimana halnya bersama manusia yang 75% lebih dari bagian tubuhnya terdiri atas air.

Memang setiap kata-kata yang muncul dari mulut kami bisa memberi tambahan dampak bagi kami atau pun orang-orang di lebih kurang kita, baik itu dampak positif ataupun dampak negatif. Kata-kata yang baik dapat memberi tambahan dampak positif dan kata-kata yang tidak baik dapat memberi tambahan dampak negatif.

Kata-kata yang positif bisa membangun impuls hidup seseorang, mendatangkan persahabatan, dan memberi tambahan kebahagiaan untuk semua orang. Sementara itu kata-kata negatif bisa pengaruhi asumsi seseorang untuk berbuat jahat dan menghancurkan hidup orang lain. Sebagaimana telah disinggung di atas kata-kata bisa memberi tambahan duka atau apalagi ajal seseorang. Dan sayangnya sering kadang kami tidak mengetahui saat mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. www.ruangguru.co.id

Oleh sebab itu kami wajib selamanya merawat kata-kata kami supaya tidak jadi kutuk bagi orang lain, melainkan jadi berkat dan sebuah doa untuk orang tersebut. Lidah yang tidak bertulang ini sangat enteng digerakkan. Dia bisa jadi berkah atau pun bisa mendatangkan musibah. Agar bisa menggunakannya bersama hati-hati maka apa yang dapat kami katakan itu wajib dipikir masak-masak. Kata-kata yang muncul dari mulut kami ibarat anak panah yang lepas dari busurnya. Dia tidak dapat bisa ditarik kembali.

Sebuah nasihat dari Ki Adi Suripto yang terukir di dalam tembang Pangkur menyebutkan: ajining wong ing wicara, rêsêp sêdhêp wijilé rum aririh, wosing sêdya laras runtut, grapyak enteng tinampa, culing tutur tinampa datan ngêlantur, solah bawa mung samadya, karyènak tyasing sêsami (nilai manusia ditentukan dari bicaranya; enak didengar, enak dan halus; maksudnya mengetahui dan muncul teratur; akrab dan enteng diterima; kata-katanya baik dan tak ngelantur; sikap dan tipe seperlunya; bisa menggembirakan semua orang).

Menyimak ulasan di atas, maka tidaklah terlalu berlebih kecuali ada ungkapan bahwa bersama kata-kata kami bisa membangun dunia. Semua orang lebih-lebih guru sebagai pembentuk karakter anak wajib bisa membangun dunia lewat kata-kata. Baik dan tidaknya dunia anak-anak yang ada di lebih kurang kami bisa terbentuk lewat kata-kata. Selain itu ucapan adalah doa yang turut memilih dunia kami dan orang-orang di lebih kurang kita.